Silakan Pilih Warna Kesukaanmu Kawan

a great life with a great journey and love within
Silakan Pilih Warna Kesukaanmu Kawan

Sunday, February 26, 2012

SACRIFICE and a MISTAKE

Hallo dunia maya.....
Jujur saja, aku bahkan tak tau sedang menyapa siapa, karena apakah memang ada yang membaca ini? Nampaknya tak seorangpun, biarlah memang belum saatya.

Oke, beberapa hari lalu aku alami satu kejadian istimewa namun menyakitkan, sangat sangat menyakitkan. Begitu banyak yang aku rencanakan akan aku lakukan jika ini terjadi, namun toh seperti kalian lihat (jika ada diantara kalian yang mengenalku), aku tetap tak mampu lakukan semua, apapun itu kalah dengan sendirinya oleh besarnya rasa yang aku miliki.

Sebuah kesalahan, kekhilafan, kebohongan dan segala macam antek-anteknya memang sangat wajar dan pasti ada juga pasti dan mutlak terjadi dalam setiap hubungan, hubungan yang sehat maupun yang sudah bisa dipastikan itu "terlarang". Yang paling sering adalah terkuaknya kebohongan-kebohongan kecil yang jika siapapun biarkan itu maka akan menimbulkan banyak kebohongan-kebohongan lain yang makin lama akan makin besar, dan aku yakin juga bahwa akibatnya juga sebanding dengan tingkat kebohongan itu sendiri.
Namun aku baru sadar, ternyata itu tak berlaku untuk ku (...saat ini...).

Sudah cukup bukti yang aku miliki dan bukti ini sangat-sangat akurat (kaya polisi aja aink ngmongnya yaak....) dan tak mungkin seorang pun bisa mengelak atas kesalahannya dengan melihat apa yang aku punya. Apa yang aku rasa adalah bahwa ada sedikit perbedaan darinya yang begitu tak nyaman aku rasakan. Aku tak pernah merasa nyaman dengan keadaan seperti itu, acuh, berkurangnya perhatian, dan aku tau dia pun sadar bahwa aku tau dia menyembunyikan sesuatu. SELINGKUH...itu singkatnya, tapi aku berusaha diam, sabar, seperti tak tau apa-apa, karena dua hal. : PERTAMA : aku begitu mencintainya
KEDUA : aku pernah melakukan hal yg sama meski hanya dalam tingkatan "iseng".
Sampai pada saat dimana aku tak bisa terima jika kemampuan yang aku miliki dipakainya untuk memberikan sesuatu yang katanya untuk temannya, namun ternyata di depan aku tau itu bukan utk temannya sama sekali. Ya, itu untuk si pria...

Apakah hal yg gak wajar kalo aku marah?? Disini aku tak marah dengan teriak-teriak di depannya, aku hanya datang dengan merebut DVD hasil karya ku yang akan diberikannya, lalu mematahkannya. Aku hanya butuh kejelasan tentang segalanya. Aku bisa menekan sakit hatiku, aku pernah melakukannya dulu dan tak sulit untuk melakukannya lagi. Namun yang aku pikirkan adalah dia tak boleh berada di dua alam sekaligus, saat bersama ku dia bersama ku, namun saat kami terpisah beberapa jam maka ia bersama yang lain, meski hanya pikirannya saja (wallohua'lam).

Dan yang tak pernah aku sangka disini adalah dia seakan terus menyudutkanku dengan membalikkan kesalahan semua ada pada ku, karena aku datang maka semua teman kerjanya tau masalah ini, ia merasa malu, takut akan dipergunjingkan teman-teman kerja dan pasti merasa tak nyaman. Dia kecewa, sakit hati, aku tak dewasa, tak pernah bisa memikirkan perasaanya, egois, hanya mementingkan diriku sendiri. waduh......????

Ya....aku yang bersalah, aku meminta maaf....
aku akan terus berkorban dengan segala kepengecutanku sampai akhirnya mungkin satu saat nanti tak ada lagi yang mampu aku korbankan.
Demi-nya, aku hanya bisa menghela nafas sejenak dan langsung berdiri kembali untuk berlari bersamanya. Sampai pada saatnya nanti Tuhan berbicara dengan kuasa-Nya pada masing-masing dari kami........

No comments:

Post a Comment